Cari Blog Ini

Minggu, 10 Juli 2011

Ensiklopedi NoSyaSa


Ensiklopedi NoSyaSa

v  Sains
Menurut Nash dalam bukunya The Nature Of Nature Science (Nash, 1963) “Science is a way of looking at the World”.
Dalam buku UNESCO Handbook for Science Teachers “Science is what Scientists do”.

v  Batuan
Ukuran kekerasan batuan dari yang paling lunak sampai yang paling keras:
-          Tale
-          Gypsum
-          Calsite
-          Fluorite
-          Apatile
-          Feldapar
-          Quartz
-          Beryl
-          Corudium

v   Mikroskop
Bangsa Romawi sudah memakai kacamata pembesar sekitar 2000 tahun lalu. Sekitar tahun 1590 mikroskop pertama dibuat oleh Hans dan Jacharias Janssen, tukang kacamata Belanda.

v  AIDS
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Begitu seseorang terkena HIV, virus ini akan terus berada dalam tubuh orang yang bersangkutan dan melemahkan sistem pertahanan tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih.
Penularan HIV:
-          Hubungan seks dengan penderita HIV
-          Transfusi darah yang mengandung HIV
-          Penggunaan jarum suntik, tindik, tato yang dapat menimbulkan luka dan telah tercemar HIV
-          Ibu hamil yang terinsfeksi virus HIV dapat menularkan pada bayi yang dikandungnya
HIV sangat rapuh dan cepat mati diluar tubuh manusia, virus ini juga sensitif terhadap panas dan tidak kuat hidup pada suhu diatas 60oC
v  Gempa Bumi
Menurut terjadinya gempa dibedakan atas 3 jenis, yaitu:
-          Gempa Vulkanik
Disebabkan oleh erupsi gunung api, berdasarkan penelitian gempa bumi yang diakibatkan oleh letusan gunung api hanya sekitar 7% dari seluruh gempa yang terjadi dimuka bumi.
-          Gempa Tektonik
Disebabkan oleh pergeseran lapisan kulit bumi. Gempa ini tergolong paling berbahaya. Berdasarkan penelitian lebih dari 90 % gempa bumi yang pernah terjadi dimuka bumi berupa gempa tektonik.
-          Gempa Runtuhan
Disebabkan oleh tanah longsor, gua runtuh dan sejenisnya.

v  Kutub Utara
Pada malam hari dikutub utara yang berlangsung selama 6 bulan suhu udara sangat dingin dan angin bertiup kencang. Beruang kutub memanfaatkan kondisi ini untuk tidur panjang. Kegelapan langit dimalam hari seringkali dihiasi oleh cahaya warna-warni yang muncul beberapa saat kemudian menghilang. Cahaya warna-warni ini dinamakan cahay kutub atau disebut “Aurora Polaris”.

v  El Nino dan La Nina
-          El Nino adalah memanasnya suhu air permukaan laut dipantai barat Peru- Equator (Amerika Selatan) yang mengakibatkan gangguan iklim global. Biasanya suhu air permukaan laut didaerah tersebut dingin karena adanya “Up Welling” dari dasar laut menuju permukaan. Sejak tahun 1980 telah terjadi 5 kali El Nino, yaitu pada tahun 1982, 1991, 1994, dan 1997/98. El Nino muncul kembali sekitar 4-10 tahun sekali.
-          La Nina adalah kondisi cuaca yang normal kembali setelah El Nino.

v  Hujan
Kecepatan maksimum pada saat tetes air hujan mengenai kita adalah sekitar 29 km/jam. Dalam sebuah ruang hampa, makin tinggi jatuhnya debuah benda makin besar kecepatan yang diperoleh, namun dalam kehidupan sehari-hari setiap benda yang jatuh mengalami hambatan udara yang mengimbangi pengaruh kecepatan gravitasi.

v  Kutu
Pada saat seekor kutu melompat, percepatannya mencapai dua puluh kali percepatan yang dibutuhkan sebuah pesawat ruang angkasa selama peluncuran. Kecepatannya mencapai 100 m/s dalam 500 detik pertama.

v  Tsunami
Terjadi akibat gempa tektonik dasar laut atau letusan gunung api dilaut. Karakteristiknya, setelah terjadi gempa yang pusatnya dilaut, air laut akan surut dengan cepat. Sehingga pantainya semakin melebar, kemudian selang beberapa menit air laut naik dengan cepat disertai gelombang yang tinggi dan berkecepatan tinggi.




Petikan Pesan

---Petikan Pesan---
Yahh,,,kita bisa belajar dan memetik suatu pelajaran atau hikmah dibalik peristiwa apapun,,,entah darimana datangnya atau dari siapa kita memetiknya.
Ada satu kisah yang mungkin bisa kita lihat dan terserah setelahnya bagaimana sudutpandang teman-teman memaknainya.
Tak lebih hanya sekedar kata yang dituangkan, namun ada hal yang menggigit rasanya,,,suatu luapan yang terungkap dari dua anak Adam yang ber-ukhuwah dan berkasih sayang,,,sebuah pesan cinta yang tertuang ketika mereka sedang berpisah,,,Hyung and Dongsaeng (baca: Kakak dan Adik)
Mari teman-teman memaknai dan memetiknya sendiri,,,
***
(2009.04.29 01:31)
Dalam cyworldnya,,,Hyung menulis
Dongsaeng Tersayang…
….Seseorang yang sudah menjadi lebih dari sekedar anggota grup….Adik laki-lakiku,,,
….Menghabiskan 10 tahun bersama…Kita benar-benar telah melewati banyak hal…
….Kebahagiaan, kesedihan, senang, air mata…
…Dirasakan bersama…Saudaraku…
….Setelah kembali dari jadwal yang sibuk… “Hyung!! Hyung benar-benar hebat…”
…Bagaimana kau bisa memikirkan itu saat siaran?… “Aku jadi iri…”
….Adik kecilku yang selalu menggodaku….
….Saat aku ingin tidur, ia memanggil… “HYUNG!!!….”
…. “Aku akan tidur di samping hyung…” lalu masuk ke dalam selimut…
….Dan lalu aku merasa terganggu,… jadi ku tendang dia pergi…
…Lalu dia akan kembali berpura-pura sedih…
….Tapi dia benar-benar menggangu….
… “.Hyung! aku akan pergi ke China lagi, kau akan kesepian…”
….Dan sekarang dia pergi ke HongKong…. Dan aku benar-benar merasa kesepian….
….Meski disaat pagi buta, dia benar-benar lelah, dia bersedia diajak berbicara tentang masalah-masalah sepanjang malam….
….Selalu…Percaya pada Hyung…Karena Hyungie melakukan yang terbaik….dan selalu memberiku kekuatan….
….Dongsaeng-ya!! Baguslah jika kau selalu bahagia!!!…
….Apakah kau masih ingat sebelum kita debut, kita sering berpelukan dan menangis, dan bilang kalau kita akan melakukan yang terbaik??
….Sekarang kita telah melakukan yang terbaik….Sekarang kau tidak perlu cemas lagi…..
….Lakukanlah yang terbaik!! Hyung akan selalu berusaha yang terbaik..…
….Jadi carilah posisimu …Hyung akan selalu mendukungmu!!!!!!! Itu adalah janji!!
….Sendirian didalam kamar yang besar….Aku kesepian….aku merindukanmu…
….Ayahmu di surga selalu menjagamu dan menghiburmu..!!!
….Kau juga harus menjaga kesehatanmu….
....My brother…!!I love you…………………….^^v
***
(2009,05,02 01:36)
Dan tak lama Dongsaengpun menulis dalam Cyworldnya
Hyungku….. ^^
…Saya sudah sudah hidup (diriku sendiri) selama 12 tahun…
…(Saya mempunyai) menemui orang yang benar-benar baik…
…Sebetulnya, saya menangis membaca pesan hyung…
…Ini adalah fakta yang saya benci untuk mengakuinya…
…Tetapi saya benar-benar tidak bisa melakukan apapun tanpa hyung…
…Apa yang sudah saya capai sejauh ini, dimana saya sekarang, ini semua karena hyung…
…Hyung menangis bersama saya kalau saya menangis, dan tertawa selama saya tertawa…
…Hyung memikirkan orang lain terlebih dahulu daripada dirinya sendiri, dan selalu mau memberikan lebih banyak, tidak masalah walaupun sedikit…
…(Dia ialah) benar-benar mengagumkan penampilannya…
…Saya sudah mengetahui itu, tetapi bakatnya benar-benar tidak becanda^^…
…Walaupun ada saat-saat dimana suasana kikuk…
…Hyung tidak pernah menyerah, dan gagah berani menghadapi tantangan.. ^^…
…Jika saya berumur 40 tahun, berumur 50 tahun, saya akan tetap percaya pada hyung^^…
…Aku sayang kamu!! Hyungnim!!…
…Hyungnim, jangan pernah merasa kesepian…Karena saya akan selau ada disampingmu^^…
…Saya menggantungkan 10 tahun saya yang akan datang di tanganmu^^…
…Hyung pemimpin ----!! Hyung yang paling kuat!!
***
Seperti itu,,,mungkin hanya sebuah pesan,,,Yahhh,,,PESAN,,,

Tangan yang Bernafas
Oleh: Noviar Syamsuryah S
Tangan lemah itu mulai keriput
Berhias rona pahatan urat
Yang memperjelas titik-titik hidupnya
Bergetar,,,lima jarinya melambai
Ketika melihat buah hatinya mulai beranjak
Hangat,,,lima jarinya mendekap
Manakala cinta mengisi hatinya
Rapuh,,,lima jarinya menekan
Saat buah cintanya berkelebat nakal
Dua tangan itu mulai renta
Menyimpan sekelumit nafas kehidupan
Namun,,,tetap setia menyeka air mata putrinya
Dua tangan keriput itu kian lemah
Namun,,,tak henti member untuk putranya
Dua tangan itu kian tak berdaya
Namun,,,doa tetap mengalir darinya
Dan,,,
Tak henti menyematkan nafas-nafas cinta

Pena Cinta

Pena Cinta

 “Allah SWT merangkai hidup ini tak seindah yang kita idamkan, tapi juga tak sepahit yang kita cemaskan. Dia merajutnya dengan kasih yang bersemaikan tangis dan senyuman. Dia menuntun kita untuk belajar memahami segala maksud-Nya”

 “Cinta,,,satu kata berdaya semesta,,,satu kata berdaya vibrasi,,,sambut hari dengan cinta. Seperti cinta Rasulullah yang energinya melahirkan kedamaiaan dan kemuliaan umat manusia. Cinta Sa’ad bin Mu’adz yang kematiannya menguncang Arsy dan semesta. Kita dilahirkan untuk semesta, untuk menebar cinta dan membangun peradaban.”

 “Sang Pejuang”,,,jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu dan dikerjakan oleh orang-orang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani …”Perjuangan Sejati”,,,tidak selalu hadir pada orang yang cerdas dan tidak pula pada orang yang hebat. Namun mereka yang tetap bertahanlah yang layak disebut pejuang sejati,,,mereka akan selalu belajar dari setiap masalah yang dihadapi, dari setiap moment yang dialami hingga suatu hari ia dapati dirinya telah berubah menjadi lebih sabar,,,lebih ikhlas,,,lebih berani dan lebih memiliki tanggungjawab moril yang besar bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena ia sadar bahwa dirinya hanyalah seorang hamba dan yakin sepenuhnya bahwasanya Allah SWT mengawasi dan melihat hasil dari hasil karya perjuangannya

 Kematian adalah guru yang mengajar dalam diam
Menjadi penyemangat dalam ibadah
Menjadi pengingat ketika syetan mulai menggoda

 “Wanita shaleh itu perhiasan yang indah, ia lembut tapi tidak lemah, mempesona tapi tetap bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga diri dan keluarga, mengerti bagaimana menjaga akhlaq dan kemuliannnya. Ilmunya telah mengangkatnya kederajat yang lebih dari wanita lain. Mendampinginya merupakan anugerah yang indah”

Minggu, 15 Mei 2011

MOTHER

MOTHER by SEAMO...
Japanese in Romaji lyrics

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de

Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika MotomenakattanoAnata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta

Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother

Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa...

Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...

Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai

Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...

Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu...
Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de
Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika MotomenakattanoAnata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me

(Repeat*)

"Ashita asa shichi-ji ni okoshite" to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa "Urusee!"
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi "Ikitakunai" to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa "Nante baka na koto wo shitan da" to jibun semeta
But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa... I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara...
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
(Repeat*)
Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga...
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…

Kamis, 16 September 2010

Surat Dari Gaza
Oleh : Noviar Syamsuryah Samsir
Assalamu’alaikum
Namaku Khaled al-Durra anak dari Gaza tanah Palestina, tanah yang menjadi pusat konflik Israel-Palestina, tanahku yang berbeda dengan tanah kalian. Tanahku, tanah kami Palestina yang selalu bercahaya, selalu penuh keramaian dan penuh cerita. Aku akan bercerita banyak tentang negriku yang indah untukmu.
Saudaraku, apa kamu mengetahui betapa berbedanya tanah kami dengan tanahmu? Akan kuberi tahu satu rahasia untukmu, apa kamu pernah tahu betapa tanah kami tak pernah kering. Tanah kami selalu basah dan subur, bukan karena disini tempat iklim yang terbaik tapi tanah kami selalu dihujani airmata yang berharga. Air mata orang tua untuk anaknya, airmata istri untuk suaminya, dan air mata anak-anak yang kehilangan ayah ibunya, hampir setiap hari airmata penuh doa itu jatuh menggemburkan tanah kami. Satu lagi, tanah kami tak pernah berhenti dialiri oleh darah pengorbanan, oleh darah orang tua, pemuda bahkan bocah kecil bangsa kami.
Saudaraku, tanahku ini selalu bercahaya oleh kobaran api, disetiap sisi kamu dapat melihat kobaran api yang bergejolak dimana-mana. Menghiasi rumah, sekolah, bangunan, dan lapangan kami. Entah itu pagi ataupun malam disini selalu bersinar diterangi gejolak api yang membara.
Saudaraku, disini penuh dengan keramaian. Kamu akan mendengar dentuman-dentuman yang memekakkan telinga setiap harinya. Gemuruh suara bangunan runtuh serta pekikan teriakan akan selalu menemani hari-hari kami disini. Israel yang menghantarkan jet diudara Gaza dan menghantamkan bom serta torpedonya diatas tanah kami dengan membabibuta seolah tak pernah sekalipun rasa kemanusiaan menghampiri mereka.
Saudaraku, masih banyak cerita tanah kami yang ingin kuutarakan padamu. Tentang perlindungan orang tuaku yang berakhir dengan meregangnya nyawa mereka oleh tembusan peluru tentara Israel yang ingin merampas rumah dan tanah kami. Aku kehilangan satu kaki, kehilangan rumah dan yang pasti yang membuatku sangat pedih karena tentara yahudi la’natullah itu telah membuatku kehilangan orang tua dan keluarga.
Saudaraku, Aku juga kehilangan sahabat, Sayyid dan Anas yang ketika itu mencoba menolongku namun peluru brutal Israel lagi-lagi menghujani tubuh kedua sahabatnya. Entah apa yang terjadi namun atas izin Allah SWT aku masih diberi waktu untuk hidup lebih lama. Aku tak perlu berpikir lebih panjang untuk memikirkan hidupku selanjutnya, karena aku tahu setiap waktu kami disini adalah untuk berjuang di jalan-Nya, untuk menuju satu tujuan menjadi syuhada dan membebaskan tanah kami Palestina. Maka bersama sahabat-sahabatku kamipun mengangkat senjata dan berjuang bersama pasukan Izzuddin Al-Qassam yang merupakan sayap kanan hamas.
Saudaraku, aku masih mengingat jelas setiap kejadian yang merampas keluarga, saudara dan sahabatku. Setiap peristiwa yang begitu menyakiti dan merampas kebahagiaan kami, para orang tua, remaja serta bocah kecil tak berdosa di tanah kami, dalam usia yang masih sangat belia anak-anak bangsa kami harus melihat banyak luka, darah, kematian dan kehilangan besar. Namun, meski begitu apa kamu tahu apa yang ada dalam pikiran anak-anak bangsa kami Palestina? Mereka tidak sedikitpun menyatakan ketakutan dan kemanjaan mereka, mereka telah tumbuh menjadi anak mujahid yang penuh keberanian.
Saudaraku, akan kuberikan contoh kecil padamu. Dialah Hasan Basyir bocah berumur 12 tahun yang mati tertembus peluru serdadu Israel ketika dengan keberaniaanya ia mencoba melempari serdadu-serdadu Israel dengan ketapel dan kerikilnya. Mohammad Natour bocah 11 tahun yang membalur lumpur diwajahnya dan mengangkat bendera Palestina lalu mengatakan “Jika bisa menembak Israel saya tidak ragu-ragu lagi”. Khaled Syahd dan Matar Hamad yang dihujani peluru ketika berusaha mengambil jenazah sepupunya Ihap al-Fatih yang tengah dibiarkan serdadu Israel tergeletak diatas tanah dan tak membiarkan siapapun mengambil jenazahnya. Satu lagi anak Palestina tanah kami yang berumur 13 tahun Arsyid Qadry yang dengan pasti menyatakan diri “Saya juga ingin mati Syahid”.
Saudaraku, aku ingin menangis setiap melihat nyawa saudara dan sahabatku yang berjatuhan, melihat semangat bocah kecil pejuang bangsa kami para mujahid kecil yang kian gagah berlumur darah semangat. Hati ini sakit melihat tanah kami yang perlahan kian dikikis dan dirampas.
Saudaraku, apa kamu tahu berapa banyak kehilangan yang kami rasakan? Kami kehilangan cinta keluarga seperti yang kamu rasakan sekarang, kami kehilangan kebebasan, orang tua kehilangan anaknya, anak kehilangan orang tua dan kerabatnya, kami banyak kehilangan saudara. Tapi yang pasti kami yang masih bertahan akan terus berjuang untuk terus membebaskan tanah kami Palestina.
Saudaraku, aku sudah banyak bercerita tentang tanahku Palestina. Bolehkah aku tahu sedikit tentangmu saudaraku. Saat disini kami tengah berjuang diatas tanah kami apa yang kalian lakukan di tanah kalian? Saat kami berjuang bersama saudara kami apa yang kalian lakukan bersama saudara kalian? Dan saat kami menyaksikan satu persatu pembantaian, ledakan dan kucuran darah dimana-mana, apa yang kalian saksikan disana? Maukah berbagi cerita dengan kami?.
Saudaraku, aku tahu kita terpisah oleh ruang dan waktu, antara kita terbentang daratan dan lautan yang luas. Kita mungkin tak pernah tahu satu sama lain dan kita memang begitu berbeda, kecuali dalam aqidah. Aku selalu berharap dan percaya kalian ada untuk kami, salamku untuk kalian saudaraku.

Assalamu’alaikum
Khaled al-Durra, anak Gaza tanah Palestina

Selasa, 03 Agustus 2010

Teguran Perjalanan
Oleh : Noviar Syamsuryah S
Hampir setengah jam didalam bus yang penuh teriakan dan kegaduhan, berhias udara pengap dan gerah yang membuat peluh kian bercucuran akhirnya buspun melaju dengan kencang membuat angin dengan bebas masuk mengisi udara pengap dalam bus, pandanganku senantiasa mengikuti laju bus dengan perlahan mulai memperlihatkan frame alam yang bergerak cepat dari balik kaca. Sesekali dapat kulihat dengan jelas orang-orang dijalan yang sibuk dengan aktifitasnya, sederetan kendaraan yang tengah sibuk memainkan gas dan pedalnya, anak sekolah yang tengah berkumpul dan berjalan bersama, pertokoan dan pasar yang kian ramai umumnya dipadati ibu-ibu, seorang kakek yang tengah berusaha menyeberang jalan, anak yang menjajakan korannya, serta remaja yang tengah mengolah vocal dan memainkan gitarnya dilampu merah.
“Hmm,,,banyak sekali kehidupan dalam hidup ini.” Gumamku
“Apa,,,tadi kamu bilang apa?” teguran Teguh mengagetkanku, kupikir sedari tadi ia tengah terlelap tidur disampingku.
“Ah,,,kamu ini,,,!”
“Kenapa? Dari tadi kuperhatikan kamu diam saja melihat keluar,,,memang diluar ada apa, bukankah hanya ada jalan?”
“Memang benar,,,”
“Lalu kenapa segitu perhatiannya sampai mengamati begitu tajam dan dalam?”
“Ah tidak,,,hanya saja setiap mengalami perjalanan rasanya ada saja sesuatu yang menggetarkan,,,entah apa namanya.” Aku menjawab pasrah, rasanya memang selalu seperti ini saat aku mengalami perjalanan.
“Apa benar seperti itu?” Teguh menepuk pundakku lalu mencoba melongo kearah jendela disampingku “Wah,,,sepertinya kau ini perasa sekali”
“Begitulah aku,,,apa kamu baru tahu kalau temanmu ini begitu peka?” Aku menepuk-nepuk dada.
“Tapi benar juga.” Teguh bergumam sambil kembali ke posisi duduknya semula lalu menatap kedepan kemudian menoleh kebelakang bus “Yah terkadang perjalanan membuat kita merasa aneh, berbeda sekali saat kita menghabiskan waktu dengan aktifitas seperti biasa dalam ruang berlapis dinding yang kaku dan terbatas, saat kita dijalan pandangan menjadi jauh lebih luas dan ada-ada saja kejadian aneh dan baru yang bakal kita lihat”
“Hmm,,,aku rasa mendengar atau membaca berbeda sekali dengan saat kita melihat langsung, kau tahu rasanya ada getaran aneh saat melihat dengan jelas anak jalanan, pengamen atau pengemis yang tengah bergerilya diatas pijakan aspal yang kian panas”
“Yah,,,banyak hal diluar yang tidak pernah kita rasakan” Teguh kembali melongo kejendela disampingku “Kau lihat itu?” Ia mengarahkan telunjuknya pada suatu proyek bangunan dengan beberapa kuli bangunan yang tengah bekerja, namun seketika lenyap karena bus yang melaju cukup kencang.
“Maksudmu proyek bangunan tadi?”
“Hm,,,kita tidak pernah tahu bagaimana rasanya bekerja seperti itu, meski terik matahari begitu menyengat atau bahkan hujan sekalipun mereka tetap bekerja, harus mengangkat batuan dan pasir yang berat, bergelantungan diatas bangunan dan entahlah apalagi,,,”
“Yah,,,mereka bekerja keras membuat bangunan megah yang mungkin takkan pernah mereka nikmati kelak, hanya akan dinikmati orang-orang besar” ujarku sambil terus menatap keluar seolah sedang menyaksikan frame layar yang bergerak cepat, bisa kulihat pertokoan yang berjejeran dan pepohonan serta sesekali melihat gedung-gedung besar yang berhalaman cukup luas.
“Yahhh,,,semua itu untuk menghidupi kehidupannya,,,” Teguh berbalik menatap seorang ibu yang tengah berusaha membuat anaknya tidur dipangkuannya “Kurasa kita mesti banyak belajar dari,,,,,aaaaa”
“Aaaaaaaaa”
Teguh tidak sempat lagi meneruskan kalimatnya, bus tiba-tiba mengerem dengan tajam membuat kami dan penumpang lain terhempas kedepan dan terpantul kedudukan. Beberapa barang berjatuhan menimbulkan kegaduhan ditambah teriakan seluruh penumpang yang mulai panik.
“Astagfirullah,,,”
“Ya Tuhan,,,ada apa ini,,,?”
Beberapa penumpang tampak sedang beristigfar, beberapa yang lain masih terlihat panik dengan saling mengutarakan komentar dan pertanyaan. Bus berhenti, semua penumpang memandang keluar dan kedepan, beberapa orang pemuda dan para lelaki paruh baya keluar begitupun aku dan Teguh. Sebelumnya aku melihat supir masih duduk memegang setir, wajahnya tampak pucat meski begitu ia mencoba membuka pintu dan turun dari bus tak lupa mengambil botol minumannya. Supir itu kemudian duduk lalu meneguk botol minumannya dengan gemetar.
Sementara beberapa penumpang juga keluar dari sebuah mobil kijang Inova berwarna hitam yang tepat berada hanya kurang lebih dua meter jaraknya dari bus yang kami tumpangi. Beberapa orang juga mulai berkerumun disekitar bus. Semua bernafas lega setelah mengetahui kejadian sesungguhnya, rupanya kedua mobil hampir saja bertabrakan saat mobil kijang hitam itu ingin menyeberang jalan.
“Huff,,,Abdi apa kau tahu satu lagi pelajaran hari ini?” Teguran Teguh mengagetkanku, segera aku berbalik kearahnya sementara ia berdiri kaku menampakkan ekspresi wajah campuran antara tegang panik yang juga ingin tersenyum.
“Apa katamu,,,?”
“Untuk sepersekian detik tadi aku sangat takut hidupku akan berakhir, aa,,a,,aku merasa belum sanggup dan tiba-tiba terpikir olehku betapa hidup ini amat singkat dan tak ada sedikitpun hal berarti yang kulakukan.” Wajah Teguh menjadi lebih pucat, ia segera duduk ditrotoar kemudian menunduk pasrah menatap aspal jalan “Abdi,,,kau tahu aku,,,aku benar-benar takut.”
Aku terdiam sesaat kemudian duduk disamping Teguh, pandanganku kembali menatap dua mobil yang hampir bertabrakan itu dan para penumpang yang tak kalah pucatnya dengan Teguh. Yah,,,tak bisa kupungkiri aku juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Teguh dan aku yakin para penumpang itu juga merasa demikian. Segera aku menepuk pundak Teguh yang masih menunduk.
“Kurasa hidup ini menjadi amat berarti saat kita merasa hampir akan berakhir,,,” Aku menghela napas dalam-dalam kemudian menunduk memerhatikan aspal jalan “Mungkin ini teguran dari Sang Khalik agar kelak kita lebih memahami arti hidup dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang masih diberikan untuk melakukan hal yang lebih baik dan berarti.”
Bus belum berjalan kembali karena supir dan beberapa penumpang masih terlihat shock, penumpang lain juga ikut duduk ditrotoar sementara yang lain menenangkan diri dengan mencari minum. Aku bisa melihat beberapa ibu dengan wajah yang basah oleh airmata. Perjalan ini menambah getaran aneh yang biasa kurasakan.